Selasa, 07 Februari 2017

HARYANIS TRIK "Cara Unik Rebus Telur agar Bagian Kuningnya Berada di Luar Ternyata Mudah Banget Lho !

Anak-anak pada umumnya lebih menyukai makan kuning telur ketimbang bagian putih telur. Saat makan telur rebus, anak-anak cenderung akan membuang bagian putih telur karena tidak berasa.

Padahal ketika direbus, bagian putih telur akan menutupi bagian kuning telur. Sehingga akan sedikit merepotkan jika memang hanya ingin memakan bagian kuning telur saja.
Namun sebuah video berdurasi singkat yang diunggah di media sosial Facebook mengajarkan pada kita cara merebus telur agar bagian kuning telur berada di luar. Hal itu terdengar aneh, tetapi berikut caranya.

Pertama, tutup telur dengan selotip plastik hingga menutupi seluruh bagian telur. Lalu masukkan telur ke dalam kain semacam kaus kaki dan putar-putar selayaknya memainkan gangsing. Setelah dirasa cukup, rebus telur ke dalam panci seperti biasa.

Setelah dirasa cukup matang, kupas telur dan lihat hasilnya. Ketika dikupas telur itu akan berwarna kuning dengan bagian putih di dalamnya. Untuk lebih jelasnya berikut video tutorialnya.


Sumber: https://tipsbangneo.blogspot.com/2017/01/cara-unik-rebus-telur-agar-bagian.html

Kisah Mengharukan, Makan Malam Terakhir Bersama Ibu




     Ada banyak catatan yang mesti diperhatikan oleh seorang anak selepas menikah. Baik ia sebagai anak perempuan maupun laki-laki. Khusus bagi laki-laki, ada penekanan dalam hal ini. Sebab, hingga kapan pun, surga bagi seorang anak letaknya ada pada kaki ibunda
.
Selain itu, selepas menikah, bakti seorang anak sama sekali tak otomatis terputus dengan alasan telah memiliki keluarga sendiri. Dalam hal ini, penting kiranya bagi kedua pasangan dan keluarga terdekat untuk saling mengingatkan.

Jangan sampai kisah ini terjadi antara diri dan ibu kita. Sebuah kisah haru nan memilukan ini, patut dijadikan cermin bagi kehidupan kita; sebagai anak maupun orangtua.

Sebutlah namanya Fulan. Sudah 21 tahun ia menikah dengan seorang wanita bernama Fulanah. Tepat di usia ke 21 pernikahannya, sang istri bertanya menawarkan, “Mas, tak berkenankah kau makan malam bersama seorang wanita?” Sang suami yang memang tak memiliki saudara dan anak wanita itu bertanya kebingungan, “Maksudmu?”

Lantas dijelaskanlah oleh sang istri, “Esok, keluarlah untuk makan malam bersama ibu.” Aduhai, rupanya Fulan ini amat sibuk mengurusi keluarga, pekerjaan dan kehidupannya. Lanjut Fulanah, “Sudah 21 tahun –sejak menikah denganku- kau tak pernah makan malam bersama ibu,” katanya menerangkan, “Teleponlah beliau, ajaklah makan malam. Beliau pasti amat mendambakan kebersamaan denganmu.”
Segeralah Fulan menelepon sang ibu. Dalam perbincangan udara itu, disampaikanlah maksudnya. Sang ibu yang telah lama menjanda dan hidup bersama keluarga lainnya itu amat sumringah mendengar ajakan itu. Meskipun, ada rasa tak percaya akan ajakan mengagetkan dari anak yang amat disayanginya. Pasalnya, masa 21 tahun bukanlah bilangan waktu yang sebentar.

Hari yang direncanakan pun menyapa. Fulan menuju rumah ibunya. Sesampainya di depan rumah sang ibu, sosok janda yang sudah lama mendambakan kebersamaan bersama anaknya itu tengah menunggu, tepat di rahang pintu. Tak ingin diketahui oleh saudaranya yang lain, sang ibu langsung menyambut, menghampiri dan bergegas masuk ke dalam mobil.

Di dalam mobil, terjadilah perbincangan kecil antara keduanya. Tentang rumah makan dan menu terbaik yang hendak mereka tuju dan santap malam ini. Tak lama, tibalah mereka di tempat makan terbaik di kota itu.
Lamat-lamat, sang anak memerhatikan pakaian yang dikenakan oleh ibunya. Agak sempit. Rupanya, itu adalah pakaian terakhir yang diberikan oleh almarhum suaminya. Duhai, sang anak ini sampai lupa membelikan pakaian untuk ibunya.

Maka datanglah pelayan pembawa menu. Disodorkanlah daftar makanan yang hendak dipesan. Ternyata, sang ibu sudah tak kuasa membaca. Dengan senyum, Fulan menawarkan, “Aku bacakan menunya. Tunjuk saja menu apa yang Ibu kehendaki.”
Lantas dipesanlah aneka jenis makanan yang dihidangkan, tak lama kemdian.
Bersebab bahagianya yang memuncak lantaran diajak makan malam oleh anak kesayangannya, selera makan sang ibu tenggelam seketika. Sama sekali tak berminat untuk mencicipi, apalagi melahapnya. Sosok yang sudah hampir terbenam masa hidupnya itu hanya memerhaikan anaknya, dengan cinta dan rindu yang kian bertambah.

Di tengah menikmati menu makan malamnya, Fulan berkata, “Bu, ini yang pertama sejak 21 tahun yang lalu. Maafkan anakmu ini. Esok kita akan makan malam lagi untuk yang kedua.”
Mendengar kalimat itu, mata sang ibu berbinar sumringah. Binar bahagia itu semakin bertambah hingga kedua insan itu pulang. Sang anak mengantarkan ibunya ke kediamannya, sementara ia kembali ke rumahnya.

Waktu-waktu selepas itu, adalah waktu menuggu nan membahagiakan bagi sang ibu. Ditungguilah ponselnya guna berharap panggilan dari anaknya. Sementara itu, di belahan tempat lain, sang anak tetap sibuk dengan dunia, pekerjaan dan kehidupannya. Ia, benar-benar lupa dengan janji yang diungkapkannya sendiri.
Lantaran usia yang menua, sang ibu pun sakit. Makin hari, bertambah parah sakitnya. Alasan sibuk pun membuat Fulan tak kunjung membesuk ibunya. Hingga akhirnya, wanita berhati lembut itu wafat sebelum sang anak sempat menjenguknya.

Proses pemakaman pun berlangsung dengan lancar. Ada haru nan pilu yang menelisik ke dalam hati Fulan. Perasaan bersalah selalu datang belakangan. Andai perasaan itu bisa datang lebih dulu, mungkin saja ia akan bisa menebus dosanya.

Lepas pulang dari pemakaman, ponselnya bergetar. Diangkatklah oleh si Fulan. Tertera dalam layar, pemanggil adalah ruma makan tempat ia dan ibunya makan malam tempo hari. “Halo, Pak Fulan,” ucap suara dari seberang. Lepas disahut, penelepon melanjutkan, “Maaf, Pak. Dalam catatan kasir kami, bapak telah memesan tempat makan malam untuk dua orang. Tagihannya suda dibayar oleh Ibu anda.”

Entahlah apa yang dirasa olehnya. Tanpa penutup, dimatikanlah ponselnya sembari bergegas menuju rumah makan tersebut. Sesampainya di sana, sang kasir menyerahkan sebuah pesan tertulis tangan. Dari sang ibu. Tertera di dalamnya, “Nak, aku mengerti. Malam ini adalah makan malam terakhir kita. Meski kau sampaikan akan ada yang kedua, aku tak terlalu yakin. Maka, makanlah bersama istrimu. Aku sudah membayarnya untumu dengan uang Ibu.”

“Ibu, Ibu, Ibu,” demkianlah pesan Rasulullah Saw. Sosok mulia itu harus didahulukan dari sosok bapak. Sosok ibu adalah mutiara kebaikan nan tak tergantikan. Selalu ada mutiara yang bisa digali darinya. Pasti ada hikmah dari wanita yang mungkin saja, sudah kita sia-siakan sejak lama.
Rabbi, ampuni dosa kami, dosa bapak dan ibu kami. Sayangilah keduanya, sebagaimana mereka menyayangi kami di masa belia. [Pirman]

Selasa, 20 Desember 2016

kisah sedih Penyesalan Seorang Anak Terhadap Ibunya.

Dari Semua Cerita Cerita Ini Mendapat Peringkat Pertama :)

Penyesalan Seorang Anak Terhadap Ibunya.
Semoga Pembaca Merasa Tersentuh Dengan Membaca Kisah ini Dan Sdar Betapa Pentingnya Kita Untuk Menghargai Jerih Payah Orang Tua Terhadap Anaknya.

sebuah kisah yang semoga bisa menginspirasi Anda untuk selalu menyayangi anggota keluarga Anda sepenuh hati.

Tak terasa waktu cepat sekali berlalu, seo

rang anak laki-laki bernama Tiros meluluskan pendidikannya di SMA, namun sayang pada saat kelulusannya dia tidak pernah menyertakan atau mengajak ibunya. Tiros merupakan satu-satunya anak yang dimiliki oleh ibu Suti, dan anugrah dari Tuhan yang sangat berharga bagi diri ibu Suti.

Ayah Titos meninggal dunia saat dia masih dalam kandungan, hanya Tiroslah yang menjadi tumpuan hidup ibunya sehingga dia kuat untuk menjalani hidup. Pada suatu saat Tiros berkata pada ibunya : “ Ibu, aku malu sama teman-temanku, mereka memiliki ibu yang sempurna secara fisik dan mereka bangga terhadap ibu mereka, tapi aku bu, mengapa aku memiliki ibu yang buta. Andai saja aku tau, aku dilahirkan oleh seorang ibu yang buta maka aku lebih memilih untuk tidak dilahirkan”
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya ibu Suti berkata : “ Nak, ibu memang buta, tetapi walaupun kau malu dengan keadaan fisik yang ibu miliki, ibu tetap sayang padamu nak. Tirospun menjawab : “ Bu, semua teman-temanku selalu menghinaku, bahkan tidak ada satu perempuanpun yang suka padaku karena melihat fisik ibu yang tidak sempurna. Mereka takut jika kelak menikah denganku anak kami juga akan cacat, buta seperti ibu ”. Mendengar perkataan anaknya ibu Suti begitu terpukul dan menangis, namun demikian ibu Suti tetap sayang dengan anaknya Tiros dan tak henti-hentinya ibu itu berdo’a untuk anaknya.
Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, akhirnya Tiros menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Teknik. Betapa bangganya hati ibu Suti mendengar anaknya akan diwisuda dan menjadi seorang Insinyur, tak sia-sia pengorbanan ibu Suti selama ini dengan berjualan di pasar untuk menyekolahkan Tiros, tak kenal lelah bu Suti berkerja walaupun dalam keadaan matanya yang buta. Sampailah saat yang ditunggu-tunggu, saat Tiros dan yang lainnya akan diwisuda. Teman-teman Tiros berserta orang tuanya dan keluarga berkumpul menantikan acara dimulai, tetapi ibu Suti sama sekali tidak diajak Tiros untuk menghadiri wisuda tersebut.
Akhirnya ibu Suti datang sendiri keacara tersebut, sesampainya ditempat Tiros akan diwisuda, betapa bahagianya hati sang ibu Suti mendengar nama anaknya dipanggil kedepan dengan nilai terbaik. Namun tidak Tiros, dia sangat malu terhadap teman-teman dan kekasihnya ketika mengetahui ibunya juga hadir di acara wisuda itu, acara yang seharusnya menurut Tiros membuatnya bahagia.
Pada saat itu, ibunya menekati Tiros sambil meraba-raba wajah anaknya, dan kekasih Tiros bertanya pada Tiros : “ Siapa perempuan buta itu ? Tiros tidak menjawab dan hanya diam membisu. Akhirnya ibu Suti berkata bahwa dia adalah ibunya Tiros, mendengar ibunya berkata demikian, Tiros akhirnya pulang sebelum acara selesai dan meninggalkan ibunya senidirian.
Setelah acara selesai akhirnya ibu Suti juga pulang kerumah tanpa anaknya Tiros. Namun siapa yang tau kapan ajal akan tiba, ketika hendak menyebrang jalan ibu Suti meninggal dunia. Hanya tas kecil dan sangat lusuh yang selalu dibawa kemanapun ibu Suti saat berpergian. Betapa terkejutnya Tiros ketika pihak rumah sakit mengabarkan bahwa beberapa menit yang lalu ibunya telah meninggal akibat kecelakaan. Dan petugas kepolisian memberikan tas yang dibawa ibunya pada saat menghadiri wisuda, Tiros hanya diam duduk menunggu ibunya yang masih dibersihkan dari sisa-sisa darah yang masih menempel di tubunya.
Pada saat menunggu jenazah ibunya, Tiros membuka tas kesayangan ibunya yang lusuh dan kumal itu. Disana terdapat foto ibunya ketika mengandung Tiros, pada saat Tiros masih bayi, dan betapa terkejutnya Tiros ketika membaca sepucuk surat yang begitu lusuh yang terdapat didalam tas ibunya. Tiros membaca surat tersebut, dan didalam surat itu tertulis :
“ Banjarmasin, 12 Oktober 1984, Anaku Tiros yang sangat kucintai, bayi mungilku yang sangat kusayangi, betapa kau sangat berharga dihati ibu nak. Walaupun kau buta dari lahir tetapi ibu sangat menyayangimu, kaulah anugrah terindah yang ibu muliki. Nak, ini adalah surat terakhir yang ibu tulis, karena besok ibu sudah tidak bisa lagi menuliskan kata-kata diatas kertas. Karena besok ibu akan mendonorkan kedua mata ibu untukmu nak, agar kelak kau dapat melihat dan menikmati indahnya dunia, anugrah yang diberikan Tuhan. Nak suatu saat jika ibu sudah tiada dan kau ingin melihat ibu, berkacalah nak, karena dimatamu ada ibu yang selalu menemanimu ”.
Akhirnya tanpa terasa air mata Tiros mengalir dan sudah terlambat bagi dirinya untuk membahagiakan ibunya. Tiros teringat dengan semua perbuatan yang ia lakukan terhadap ibunya, dia hanya duduk terdiam tersimpuh di depan kaki ibunya yang telah terbujur kaku. Semua telah terjadi dan kini ibunya telah pergi untuk selama-lamanya.

“dalam hal ini mengajarkan betapa besar kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya, tanpa mengharapkan balasan. Ibu selalu dengan ikhlas memberikan apapun yang dimilikinya termasuk jiwanya sendiri “.

Buat Teman-teman yang sudah membaca cerita ini , Bahagiakanlah ibu mu selagi dia masih Hidup meskipun ada kekurangan dalam Hidupnya , jangan biar kan Ibu mu meneteskan air Mata karna Ulah mu :)

Selasa, 06 Desember 2016

cara awet muda alami dalam islam berdasarkan ajaran nabi muhammad SAW.

 
 Islam selalu mengajarkan bagaimana berperilaku dan berfikir yang baik agar aura positif selalu terpancar dari diri. Sebagai teladan semua umat islam, Nabi Muhammad telah memberikan contoh perilaku yang positif dengan sangat jelas. Cara awet muda alami dalam islam, bukanlah sesuatu yang rumit atau sulit untuk dijalankan seperti operasi plastik ataupun meracik jamu-jamu tradisional. Bagi yang sudah terbiasa menjalankanya maka tidak ada kesusahan di dalamnya. Di dini kami akan berbagi sedikit tips tentang cara awet muda alami dalam islam berdasarkan ajaran Nabi Muhammad, SAW:
  1. Taat ibadah, sabar, senang bersyukur, dan ramah
    Shalat, sabar, bersyukur, dan ramah merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari diri umat islam. Semua umat islam wajib menjalankan sholat dan selalu bersyukur dalam kondisi apapun. Juga sabar dan selalu ramah meski dalam kondisi sempit. Karena semua yang kita alami sudah ada yang mengatur. Pedoman itu harus dipegang teguh oleh semua umat islam agar hati menjadi tenang dan fikiran menjadi lebih fresh. Karena fikiran yang stress dan hati yang suntuk akan membuat sel-sel lebih cepat mati yang bisa membuat kita terlihat lebih tua.
  1. Menganut pola makan sehat
    Makan itu tidak hanya memasukkan sesuatu yang mengenyangkan ke dalam perut, tetapi kita juga harus mempertimbangkan takaran gizi yang masuk ke dalam tubuh kita. Makanan yang sehat adalah makanan yang seimbng antara sayur-sayuran, buah-buahan, dan juga daging. Tidak berat sebelah. Nabi juga mengajarkan untuk makan tidak terlalu kenyang, untuk membagi ruang perut menjadi tiga bagian, 1/3 makanan, 1/3 air, dan 1/3 udara.
  1. Puasa sunah
    Selain baik untuk kesehatan tubuh, puasa sunnah juga baik untuk perawatan wajah dan kecantikan.
  1. Rajin memakai minyak zaitun di wajah
    Minyak zaitun memiliki manfaat yang sangat luar biasa untuk wajah karena bisa menjaga kelembapan wajah dan mengatur kadar minyak di wajah. Apalagi anda hidup di Negara Indonesia yang dilintasi oleh garis khatulistiwa. Penting sekali untuk menjaga wajah anda tetap lembab. Rajin-rajinlah mengoleskan minyak zaitun apabila wajah anda sudah mulai kering dan bersisik.
Cara awet muda alami dalam islam merupakan cara yang paling mudah untuk diikuti, tanpa obat-obatan kimia atupun operasi plastik anda bisa menjadi cantik dan awet muda. Benar-benar alami dan menggunakan bahan-bahan yang mudah kita dapatkan di alam. Jika anda benar-benar ingin terlihat selalu muda dan cantik, maka anda bisa mencoba untuk mengikuti bagaimana Nabi Muhammad merawat diri. 
Hanya dengan memperbaiki diri, resep awet muda tersebut bisa kita dapatkan dengan mudah. Namun terkadang setiap kita ingin berubah, satu-satunya hal yang selalu menghalangi adalah diri kita sendiri. Jadi mulailah dengan melawan diri anda sendiri agar bisa menjadi pribadi lebih baik lagi.

Senin, 05 Desember 2016

Kisah Nyata, Masuk Islam Gara-gara WC Bocor

 
Kisah Nyata, Masuk Islam Gara-gara WC Bocor – Hidayah bisa datang kapan saja dan melalui berbagai cara. Terkadang seseorang tidak tersentuh dengan dakwah yang berbentuk ceramah, tetapi saat menyadari kemuliaan akhlak sang dai, hatinya pun luluh. Hidayah menyirami jiwanya dan syahadat pun diikrarkannya.

Seperti yang dialami oleh tetangga Sahal bin Abdullah At Tustari. Tetangga yang beragama majusi ini hidup sekian lama di lantai dua, di atas rumah Sahal. Tetapi ia tidak pernah menyadari bahwa WC nya bocor dan menetes di rumah Sahal.

Setiap hari, Sahal meletakkan ember besar untuk menampung kotoran yang menetes dari WC tetangganya ini. Ketika malam tiba, Sahal membuangnya. Ia memilih waktu malam agar orang lain tak melihatnya, agar tetangganya tidak menjadi malu karenanya. 
Hingga suatu hari di tahun 283 hijriyah, Sahal jatuh sakit. Kebetulan saat itu orang majusi tersebut bertamu ke rumahnya. Ia pun melihat ada yang menetes dari arah WC nya. Tetesan itu jatuh ke dalam ember besar milik Sahal.
“Apa ini?” tanyanya dengan nada hati-hati.
“Itu kotoran dari WC mu yang bocor. Aku membuangnya kala malam tiba. Hal ini telah kulakukan cukup lama. Hanya saja aku khawatir jika aku telah tiada, orang yang menempati rumah ini tidak dapat menerimanya. Bagaimana menurut pendapatmu?”
Mendengar jawaban Sahal ini, barulah ia menyadari kemuliaan akhlak Sahal. Tak ada tetangga sepertinya yang betah hidup bertahun-tahun bersamanya. Maka ia pun menjawab: “Wahai Syaikh, engkau berinteraksi denganku seperti ini sudah lama sekali. Sedangkan aku hidup dalam kekafiran. Ulurkanlah tanganmu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”
Subhanallah… tetangga Sahal itu akhirnya menjadi saudara seaqidah. Dan tak lama kemudian, Sahal pun berpulang ke rahmatullah. [Sumber: Qashashu Ash Shalihin karya DR Mustafa Murad]

Kamis, 24 November 2016

“HARYANIS, FAKULTAS PERTANIAN, AKU DAN PERIKANANKU” (AQUACULTURE)

 Teringat beberapa tahun silam, mungki lebih tepatnya 2 tahun yang lalu saat akhir semester di masaku SMA dan saat itu dimana keputusan dan pilihan yang baik yang akan menentukan masa depanku.. yap..dan akhirnya pun diriku berlabuh di UNIVERSITAS MALIKUSSALEH, subhanallah tak pernah ku sangka dan tak pernah sedikitpun terlintas dalam diriku untuk meneruskan mencari ilmu di universitas ini.

Singkat cerita sewaktu itu sebelum aku diterima dan mendaftarkan diri di universitas ini, hatiku memilih universitas lain berkat saran dari temanku, aku mendaftarkan diri ke universitas malikussaleh dan bagaimana aku memilih fakultas Pertanian cukup tak masuk akal, alasan pertama karena aku mendaftar dengan jalur UMB teman aku menyarankan mengambil jurusan yang tidak sama dengan anak lain agar peluang keterimanya pun mudah dan kebetulan sekolahku dekat dengan pesisir (MAN SWASTA ULUMUDDIN) dan itu sangat pas (haha..alasan yang sedikit pesimis mungkin) dan akhirnya fakultas ini pun yang disarankan (karena aku orang termasuk “nrimo” ya..ok lah saya ambil,hee), alasan kedua mengapa akhirnya aku mengambil jurusan dan prodi ini karna aku  ingin ambek jurusan yang beda sama kawan2 lain aja , dan akhirnya akupun mengambil program studi yang memang tak terlalu ribet untuk mengurus segala persyaratannya dan jatuhlah pada program studi BUDIDAYA PERAIRAN yap.. ini karena tidak adanya persyaratan yang diharuskan ada surat tes buta warna karena sangat tak mungkin untuk melakukan itu dengan waktu yang singkat ini. Tak lama penantian itupun terjawab sudah disaat pengumuman pendaftaran itu namaku terpampang diantara nama-nama pendaftar lainnya..senang, bersyukur. DAN mulailah dunia baruku AKU DAN PERIKANANKU.

Setelah sejak saat itu banyak berpikir tentang perikanan, apa yang akan saya lakukan, apa yang akan dipelajari, tak ada gambaran tentang hal itu dan di tambah melihat Bapak saat itu seperti down melihat aku ketrima di sini namun mungkin beliaupun mendapatkan pencerahan dan pada akhirnyapun menerima dan mendukungku, bagiku segala sesuatunya pasti akan ada hikmahnya nanti dan Allah pasti mempunyai rencana lain dengan aku diterima di UNIVERSITAS MALIKUSSALEH, FAKULTAS PERTANIAN, semua jika kita mau berusaha pasti bisa, apa sih yang gak mungkin didunia ini.. kata-kata itupun yang menguatkanku saat itu.

Setelah masuk menjadi Mahasiswa UNIVERSITAS MALIKUSSALEH dengan menjadi anak fakultas Pertanian, banyak hal yang ku dapati disini, proses ini memang tidak mudah namun bertahap dan pasti bisa, di mulai dengan dikenalinya aku dengan Tarbiyah, aku tinggal di rumah tidak ngekos, aku sedikit tahu apa itu perikanan, apa itu budidaya perairan, aku berorganisasi dan hal lainya. Hingga kini aku telah pada tingkat 3 atau bisa dibilang semester 5 ya syukurku slalu ku panjatkan pada Illahi Rabb yang telah membimbingku dan memudahkan segala perjalananku disini serta orang tuaku.

Berawal semester pertama dengan dipelajari dasar-dasar atau bisa dibilang pelajaran diSMA diulang kembali di mulai dari KIMIA DASAR, BIOLOGI UMUM, BAHASA INDONESIA, BAHASA INGGRIS dan lain- lain. Semua ini membuatku mempelajari sesuatu yang baru karena segala system perkuliyahan sangat berbeda sekali dengan system di sekolah, disini kita lebih berperan aktif dan lebih mandiri. Sebelum lebih lanjut menceritakan saya dengan perikanan, alangkah baiknya ku perkenalkan terlebih dahulu Fakultasku ini.

FAKULTAS PERTANIAN  dengan memiliki 3 jurusan yaitu BUDIDAYA PERAIRAN, AGRIBISNIS DAN AGROKOTEKNOLOGI.  Yap itu lah program studi yang dimiliki terkadang banyak yang terkecoh dengan nama-nama mereka dengan apa yang dipelajari, contohnya aku, diawal aku memperrkirakan bahwa program studi BDP yang ku ambil ini tentang budidaya ikan, jadi ikan ini akan di budidaya secara baik dan terkontrol, akan di bagaimanakan dan lain-lain namun ternyata salah, justru apa yang kupikirkan ini untuk prodi budidaya perairan. Ya apapun itu sekarangpun sudah sedikitnya paham semoga akan lebih luas wawasannya.

Kembali pada awal semester.. ya seperti itu tadi awal semester inilah awal perkenalanku dengan perikanan, kemudian semester 2 dengan aku telah menjabat pengurus di salah satu organisasi di kampus menjadi padatlah kegiatanku dikampus, tak hanya itu segala macam pelajaran di semester 2 ini lebih memperkenalkan perikanan ke dalam diriku, ya.. dengan mempelajari dasar-dasar perikanan tangkap, dasar-dasar budidaya, dasar-dasar THP, avertebrata, , semua ini memperkenalkan bagaimana ikan dan jenisnya tak hanya ikan yang dipelajari bermacam biota dilautpun kami pelajari disini, berbagai jenis dan bentuk-bentuknya kami dikenalkan oleh semester ini,

Beranjak semester3 disini lebih dekat saja aku dengan perikanan bagaimana tidak pelajaran dan praktikum yang disuguhi di sini membuat aku semakin cinta dengan perikanan yap.. Limnologi, ekoper, biopi, meteorology laut, tingkah laku ikan semakin mendekatkanku dengan perikanan segala pengalaman yang mereka berikan sangat membekas di hati, seperti di semester 2, , avertebrata yang sempat kesetrum saat ingin meneliti cacing dimikroskop, ikhtiologi dengan segala baunya ikan, amisnya ikan dan bagaimana kita “membelek” ikan, di semester3 limnology dengan memberikan kesan kekeluargaan dipinggir kolam tidur dipinggir kolam, kehujanan, masuk kolam malam-malam setiap jamnya mengukur segala aspek-aspek yang diharuskan memiliki datanya, ekoper (ekologi perairan tropis) dengan capeknya jalan menuju post-post praktikum yang akan diteliti dengan membawa barang-barang yang baru kukenal disini seperti linetransek, pake sepatu sampling dan alat seperangkat lainnya dan bagaimana mengambil biotanya, kebawa arus di muara, terperosok di tambak, hujan-hujanan di tambak, meteorolgi laut dengan kesan dihembuskan ombak besar rasanya seperti di pukul sama tongkat tapi ini dipukul sama ombak, mengukur segala aspeknya hingga 200 meter dari bibir pantai, mengamati awan-awan, tingkah laku ikan dengan memberi kesan mem”congkel” mata ikan serta di amati,mengamati tingkah ikan jika diberi suara, air hangat dll, dan MK oceo ,limno ,dll kami laksanakan praktikumnya di SABANG, itulah praktikum yang sangat paling seru dan kocak karna kami di sana bukan hanya umtuk praktikum tapi kami juga di tes kekompakan oleh dosen kami,

sedangkan di semester 4 saya diperkenalkan lagi dan menjadi makin sayang saja dengan perikanan, disini kami diperkenalkan dengan MPI (Metode Penangkapan Ikan) itu sebenarnya mata kuliah tambhan, yang memberi kesan yang tak akan terlupakan, bagaimana tidak.. disini saya pertama kalinya bermalam di bagan dengan berangkat kebagan cuaca yang ekstrim, hujan petir angin seperti di ujung tanduk saja nyawaku ini,haha.. siangnya dimainkan alunan ombak hingga jackpotpun kudapat..bermain dipulau panjang dan banyak hal lagi yang tak mampu kuungkapan satu persatu disini, DPI (Daerah Penangkapan ikan) dengan kesannya naik perahu mencari fishing ground, mendapat banyak ikan, Navigasi, Pengendalian Pencemaran dan masih banyak praktikum yang membuatku sangat bersyukur dan semangat menjalani dan terjun di perikanan ini, ini semua hanya sedkit ulasan tentang perikanan yang saya dapati, pengalaman itu adalah guru dari kesuksesan, pengalaman belajar untuk meraih kesuksesan, pengalaman yang sangat berharga dan tak pernah bisa terlupakan

Bener kata orang “TAK KENAL MAKA TAK SAYANG” awalnya memang ragu namun jika sudah tahu, paham dan kenal dengan apa yang kita hadapi saat ini pastinyalah akan bermakna dan berkesan serta 1 lagi pasti bisa, tak heran jika aku berani berbicara seperti ini karena pada awalnya memang tak pernah mengira dan tak pernah tau apa itu perikanan, gak pernah naik perahu, jarang main dilaut, takut kedalaman, namun semua itu kudapati disini dan segala yang kurasa tak bisa namun bisa, nyatanya saya bisa sampai semester 5 ini toh terbukti aku bisa menjalaninya kan..
Semoga yang akan kudapati nanti dan yang telah kudapati sebelumnya bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, Negara , dunia dan akhirat. Amin .

Sabtu, 19 November 2016

bikin baper lihat video ini "arti sebuah pernikahan dalam islam" #HARYANIS


Ada sebuah cerita tentang Arti dari sebuah pernikahan...

Suatu ketika seorang murid bertanya kepada gurunya, Guru, apakah arti cinta…? dan apa artinya pernikahan…?
Guru tersebut menjawab, Di depanmu ada sebuah taman, berjalanlah tanpa menoleh ke belakang dan carilah bunga yang paling indah, jika sudah kau dapatkan segeralah kembali.
Kemudian berjalanlah sang murid menyusuri taman tersebut, mencari dan terus mencari.
Sang guru telah menunggu cukup lama akhirnya mendapati muridnya datang dengan tangan kosong, Sang guru bertanya, Kenapa engkau tidak membawa apa-apa?
Murid tersebut menjawab, Di tengah perjalanan aku sudah menemukan sekuntum bunga yang indah namun aku berpikir di depan sana pasti masih ada yang lebih indah maka dari itu aku tidak mengambilnya dan tanpa kusadari aku telah melewati taman tersebut tanpa mendapati apa-apa.
Kemudian sang Guru berkata, Itulah arti cinta
Lalu si murid bertanya kembali, Bagaimana dengan arti pernikahan…
Kemudian sang Guru berkata, Sekarang cobalah berjalan melalui taman di belakangmu itu dan carilah kembali bunga yang paling indah di dalamnya.
Tanpa berpikir panjang si murid berjalan memasuki taman yang berhadapan dengan taman sebelumnya. Namun si murid kembali dengan cepatnya dengan membawa sekumtum bunga yang jika dilihat bunga tersebut biasa-biasa saja, kemudian diperlihatkannya bunga tersebut kepada sang Guru.
Sang Guru bertanya, Kenapa cepat sekali engkau kembali padahal aku baru melihatmu memasuki taman lalu kembali lagi ke sini dan menurutku bunga ini biasa-biasa saja tidak terlalu indah menurutku?
Murid menjawab, Aku takut kalau aku tidak akan mendapatkan bunga lagi di depan dan jika di depan sana masih banyak terdapat bunga, aku takut kalau bunga-bunga di depan sana tidak ada yang seindah bunga ini, maka dari itu aku ambil bunga ini dan lalu kembali.
Sang Guru hanya tersenyum dan berkata, “Itulah arti pernikahan…”
Selalulah berpikir bahwa pasangan kita saat ini adalah yang terbaik bagi kita. Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna, kesempurnaan hanyalah milik Allah semata.
Pernikahan merupakan ikatan diantara dua insan yang mempunyai banyak perbedaan, baik dari segi fisik, asuhan keluarga, pergaulan, cara berfikir (mental), pendidikan dan lain hal.Dalam pandangan Islam, pernikahan merupakan ikatan yang amat suci dimana dua insan yang berlainan jenis dapat hidup bersama dengan direstui agama, kerabat, dan masyarakat.Aqad nikah dalam Islam berlangsung sangat sederhana, terdiri dari dua kalimat "ijab dan qabul". Tapi dengan dua kalimat ini telah dapat menaikkan hubungan dua makhluk Allah dari bumi yang rendah ke langit yang tinggi. Dengan dua kalimat ini berubahlah kekotoran menjadi kesucian, maksiat menjadi ibadah, maupun dosa menjadi amal sholeh. Aqad nikah bukan hanya perjanjian antara dua insan. Aqad nikah juga merupakan perjanjian antara makhluk Allah dengan Al-Khaliq. Ketika dua tangan diulurkan (antara wali nikah dengan mempelai pria), untuk mengucapkan kalimat baik itu, diatasnya ada tangan Allah SWT, "Yadullahi fawqa aydihim".Begitu sakralnya aqad nikah, sehingga Allah menyebutnya "Mitsaqon gholizho" atau perjanjian Allah yang berat. Juga seperti perjanjian Allah dengan Bani Israil dan juga Perjanjian Allah dengan para Nabi adalah perjanjian yang berat (Q.S Al-Ahzab : 7), Allah juga menyebutkan aqad nikah antara dua orang anak manusia sebagai "Mitsaqon gholizho". Karena janganlah pasangan suami istri dengan begitu mudahnya mengucapkan kata cerai.
Allah SWT menegur suami-suami yang melanggar perjanjian, berbuat dzalim dan merampas hak istrinya dengan firmannya : "Bagaimana kalian akan mengambilnya kembali padahal kalian sudah berhubungan satu sama lain sebagai suami istri. Dan para istri kalian sudah melakukan dengan kalian perjanjian yang berat "Mitsaqon gholizho"." (Q.S An-Nisaa : 21).
Aqad nikah dapat menjadi sunnah, wajib, makruh ataupun haram, hal ini disebabkan karena :
I. Sunnah, untuk menikah bila yang bersangkutan :
a. Siap dan mampu menjalankan keinginan biologi,
b. Siap dan mampu melaksanakan tanggung jawab berumah tangga.
II. Wajib menikah, apabila yang bersangkutan mempunyai keinginan biologi yang kuat, untuk menghindarkan dari hal-hal yang diharamkan untuk berbuat maksiat, juga yang bersangkutan telah mampu dan siap menjalankan tanggung jawab dalam rumah tangga.Hal ini sesuai dengan firman Allah Q.S An-Nur : 33
III. Makruh, apabila yang bersangkutan tidak mempunyai kesanggupan menyalurkan biologi, walau seseorang tersebut sanggup melaksanakan tanggung jawab nafkah, dll. Atau sebaliknya dia mampu menyalurkan biologi, tetapi tidak mampu bertanggung jawab dalam memenuhi kewajiban dalam berumah tangga.
IV. Haram menikah, apabila dia mempunyai penyakit kelamin yang akan menular kepada pasangannya juga keturunannya.
Sebaiknya sebelum menikah memeriksakan kesehatan untuk memastikan dengan benar, bahwa kita dalam keadaan benar-benar sehat. Apabila yang mengidap penyakit berbahaya meneruskan pernikahannya, dia akan mendapat dosa karena dengan sengaja menularkan penyakit kepada pasangannya.
Bagi mereka yang melaksanakan pernikahan dalam keadaan wajib dan sunnah, berarti dia telah melaksanakan perjanjian yang berat. Apabila perjanjian itu dilanggar, Allah akan mengutuknya.
Apabila perjanjian itu dilaksanakan dengan tulus, kita akan dimuliakan oleh Allah SWt, dan ditempatkan dalam lingkungan kasih Allah.
Lalu apa yang harus dilakukan keduanya (suami-istri) dalam mengarungi bahtera rumah tangga? Bila suatu pernikahan dilandasi mencari keridhaan Allah SWT dan menjalankan sunnah Rosul, bukan semata-mata karena kecantikan fisik atau memenuhi hasrat hawa nafsunya, maka Allah akan menjamin kehidupan rumah tangga keduanya yang harmonis, penuh cinta, dan kasih sayang, seperti firman Allah dalam Q.S Ar-Rum : 21, sebagaimana yang sering kita dengar.
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir". (Ar-Ruum : 21)
Keterangan :
- Istri-istri dari jenismu sendiri (berpasang pasangan), yaitu mempunyai ukuran yang sama, ukuran dalam bidang tujuan, ilmu, rohani, dll. Serta masing-masing dapat dengan baik memahami fungsinya, serta menjalankan kewajiban dan haknya dengan baik. Suami sebagai imam dalam rumah tangga, dan istri sebagai wakilnya.Masa awal berumah tangga, dimana kita harus dapat menyamakan pandangan dengan cara beradaptasi dengan pasangan masing-masing, serta meningggalkan sifat individual.
- Tentram, yaitu suatu masa berumah tangga dimana kita sudah saling memahami sifat pasangan masing-masing, serta mulai timbul perasaan tentram, seiring dan sejalan dalam mewujudkan tujuan berumah tangga.
- Cinta, hal ini adalah tahap selanjutnya yang kita rasakan pada pasangan kita, dimana kita mencintai tidak hanya didasarkan atas keadaan fisik atau ekonomi semata, ataupun keadaan luar saja, tetapi telah timbul perasaan mencintai yang dalam, karena Allah SWT, yang tidak tergoyahkan oleh godaan-godaan yang ada.
- Rahmah, adalah tahap akhir yang merupakan buah final dari semua perasaan, dimana pada tahap ini, kita benar-benar menjalankan pernikahan tanpa adanya halangan yang mengganggu, dan dapat terus berpasangan menuju ridho Allah SWT.
Tapi mengapa banyak sekali rumah tangga yang hancur berantakan padahal Allah telah menjamin dalam surat diatas? Hal ini tentunya ada kesalahan pada sang istri atau suami atau keduanya melanggar ketentuan Allah SWT.
Allah menanamkan cinta dan kasih sayang apabila keduanya menjalankan hak dan tanggung jawab karena Allah dan mencari keridhaan Allah, itulah yang akan dicatat sebagai ibadah.
"Perjanjian Berat" Ijab Qobul, juga sebagai pemindahan tanggung jawab dari orang tua kepada suami. Pengantin laki-laki telah menyatakan persertujuannya atau menjawab ijab qobul dari wali pengantin perempuan denga menyebut ijab qobulnya. Itulah perjanjian yang amat berat yang Allah SWT ikut dalam pelaksanaannya. Hal ini sering dilupakan pasangan suami istri dan masyarakat.
Tanggung jwab yang berpindah tangan. Tanggung jawab wali terhadap seorang wanita yang dipindahkan kepada seorang laki-laki yang menikahi wanita tersebut, antara lain:
1. Tanggung jawab memberi nafkan yang secukupnya, baik lahir maupun batin,
2. Tanggung jawab menyediakan tempat tinggal yang selayaknya,
3. Mendidik akhlak dan agama dengan baik,
4. Mengayomi, melindungi kehormatan dan keselamatan istrinya.
Setelah ijab qobul, suami menjadi pemimpin dalam rumah tangga yang akan menentukan corak masa depan kehidupan dalam rumah tangganya (suami sebagai imam).
Dengan aqad nikah, Allah SWT memberikan kehormatan kepadanya untuk menjalankan misi yang mulia.Demikian, semoga bermanfaat.